Monumen Pahlawan Prambon riechyaerdy
Monumen Pahlawan Prambon
Monumen Perjuangan Prambon di Sidoarjo didirikan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) serta para pejuang kemerdekaan. Monumen ini menandai kekuatan garis pertahanan di wilayah selatan Sidoarjo selama pertempuran kemerdekaan Indonesia.
Latar Belakang Sejarah
Monumen ini berlokasi di pertigaan Jalan Raya Temu, Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Sidoarjo. Kawasan sepanjang jalan Krian-Watu Tulis Prambon hingga perbatasan Mojosari, Mojokerto, merupakan area yang dipertahankan oleh pasukan gabungan TKR dan laskar perjuangan. Mereka menghadapi pasukan Sekutu dari Divisi India ke-5 Inggris, yang dikenal sebagai "Ball of Fire," khususnya Batalyon 1 Madras yang didukung oleh kekuatan lapis baja dan tembakan udara dari P-47 Thunderbolt. Pasukan Sekutu berupaya menerobos pertahanan untuk mencapai kota Mojokerto, yang saat itu menjadi daerah pertahanan Kolonel Sungkono sebagai pimpinan pertahanan kota Surabaya
Pada tanggal 24 Desember 1945, tentara Inggris membombardir wilayah Prambon dengan tembakan meriam dan bantuan udara, menyebabkan gugurnya empat anggota TKR: Kapten TKR Herman To, Letnan Satu TKR Soemardanoe, Letnan Dua TKR Moch Said Ibnoe, dan Prajurit Satu TKR Ichwan.
Pendirian Monumen
Untuk mengenang pertempuran heroik dan pengorbanan para pahlawan di Prambon pada tahun 1945, Monumen Perjuangan Prambon diresmikan pada tanggal 23 November 1991 oleh Bupati Sidoarjo saat itu, Edhi Sanyoto. Bukti sejarah pertempuran ini didapatkan dari ringkasan laporan intelijen mingguan Divisi India ke-5 "Ball of Fire" tertanggal 31 Desember 1945, yang merekam kondisi Surabaya bagian selatan, khususnya wilayah Krian ke Prambon, pada periode 16 hingga 22 Desember 1945
Saat ini, Monumen Perjuangan Prambon dikenal sebagai penanda jalan dan tempat berfoto, serta area sekitarnya semakin bersih dan terawat.

Komentar
Posting Komentar